“Hai orang-orang yang beriman, taatlah kepada Allah, dan taatlah kepada Rasul serta kepada para pemimpin kamu” (QS. An-Nisa: 59)
Ketaatan
kepada pemimpin mengandung nilai yang sama dengan ketaatan kepada Allah
dan Rasul-Nya. Ketaatan yang dimaksud adalah pemimpin wajib ditaati
selama ia mengajak untuk taat kepada Allah dan Rasul-Nya, bukan
sebaliknya. Dalam memilih pemimpin Alquran dan Hadits telah memberikan
petunjuk:
Sifat terpercaya juga berhubungan dengan keahlian. Dalam manajemen modern dikenal ungkapan the right man on the right job,
orang yang tepat menduduki jabatan yang tepat, sebagaimana sabda
Rasullah “Bila suatu urusan diserahkan bukan kepada ahlinya maka
tunggulah saat kehancurannya” (HR. Bukhari).
Pemimpin yang adil adalah pemimpin yang menjamin kemaslahatan masyarakat dengan memberikan keadilan yang merata (‘adl syamil).
Keadilan ini diberikan bukan saja kepada para pendukungnya tapi kepada
seluruh masyarakat yang berada di bawah tanggung jawab kepemimpinannya.
Kebahagiaan
Allah janjikan pula kepada pemimpin yang adil, sebagaimana sabda
Rasulullah ”Para pemimpin yang adil akan tinggal di atas
panggung-panggung yang terbuat dari cahaya, yaitu orang yang berlaku
adil dalam memutuskan perkara dan mengurus ahli-ahlinya serta segala
sesuatu yang diserahkan kepadanya.” (HR Muslim). Bila pemimpin telah
berada dalam naungan dan cahaya Allah maka ia pun akan membawa
masyarakat ke arah yang sama.
Bila umat telah mencintai dengan sepenuh hati dan mentaati dengan segenap jiwa lahirlah pemimpin yang berwibawa.
Semoga
Allah memberi kekuatan kepada kita untuk bisa memilih pemimpin sejati.
Pemimpin yang bukan saja kuat secara fisik, tapi juga dapat dipercaya,
berlaku adil dan dicintai oleh masyarakatnya. Amin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar